home | green action
Spirit of Thalassa Berhasil Angkat 2 Ton Sampah!
September 30, 2013

Greensmile - Aksi puncak Spirit of Thalassa berjalan sukses, Sabtu (28/9/13) kemarin di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ratusan volunteer dan warga setempat membersihkan Pulau Pramuka.

Acara ini merupakan puncak dari aksi Spirit of Thalassa yang terus digerakkan selama sebulan terakhir.

Dari Jakarta sendiri, ada 700 sukarelawan yang ikut dalam acara ini. Mereka berasal dari teman-teman mahasiswa seperti Universitas Indonesia, Universitas Telkom, Universitas Atma Jaya, President University, berbagai komunitas seperti Sahabat Pulau dan Hi Lo Green Community serta penyelam profesional.

Sobat Green ini bergabung dengan adik-adik pelajar di Pulau Pramuka. Dalam aksi ini, ikut juga dua selebritis pecinta lingkungan, Rianti Cartwright dan Nugie.

Karena banyaknya peserta, keberangkatan ke Pulau Pramuka dilakukan dari beberapa dermaga di Ancol dan Tanjung Priok. Total, ada empat kapal yang disediakan untuk acara ini, yakni KM Alugara dari KPLP, KM 224 milik BASARNAS serta KM Singa Laut dan KM Bintang Laut dari Bakorkamla.

 
Beberapa kapal yang digunakan Sobat Green ke Pulau Pramuka

Dari Jakarta, para peserta mulai berkumpul di dermaga yang telah ditentukan sesuai kelompoknya sejak pukul 06.00 WIB. Pagi memang, tapi demi lingkungan, para Sobat Green tetap antusias. Apalagi, udara pagi itu sejuk banget. Sedikit mendung, tapi hangatnya sinar matahari masih terasa.

Sobat Green yang berpartisipasi datang dengan pakaian yang santai, celana pendek, t-shirt dan sepatu atau sandal. Selain itu, rekan-rekan wartawan juga ikut. Meskipun dari penampilan sama santainya, mereka tetap serius. Ini terlihat dari kelengkapan ‘peralatan tempur’ yang mereka bawa, mulai dari kamera, tripod, microphone, alat rekam, buku catatan dan alat tulis. Bahkan B Channel, salah satu pendukung acara ini, memboyong delapan kru-nya!

Rekan-rekan media inilah yang menjadi ujung tombak untuk menyebarluaskan aksi hijau seperti ini sehingga dapat menginspirasi masyarakat yang lebih luas.

Setelah semuanya berkumpul di dermaga masing-masing, kapal kemudian bertolak ke Pulau Pramuka pukul 07.00 WIB dan menempuh perjalanan sekitar dua jam. Setelah menikmati deburan ombak, Sobat Green dan awak media tiba di dermaga Pulau Permuka. Di alun-alun, sudah ada panggung besar sebagai pusat kegiatan Spirit of Thalassa.

Nugie, Rianti serta beberapa undangan, seperti presiden Forum Alumni Universitas Telkom (FAST) Henry Christiadi dan Laksamana Pertama TNI Dadang Irawan selaku pembina Green Smile juga ada di sana. Sekitar pukul 10.30 WIB, setelah semua berkumpul, para sukarelawan, baik yang dari Jakarta maupun dari Pulau Pramuka, langsung bertolak ke lokasi pembersihan pantai, bersama-sama dengan Nugie, Rianti, Pak Dadang dan Mas Henry.


Nugie dan Rianti tetap semangat walau panas, demi lingkungan kita

Sampai di lokasi, yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi berkumpul, semuanya langsung nyemplung ke pantai. Tanpa basa-basi, semuanya bersemangat memunguti sampah yang ada di sekitar pantai. Demi kebersihan pantai, mereka nggak peduli harus basah-basahan dan berkotor-kotor.

 
Sebanyak 250 adik-adik pelajar di Pulau Pramuka nggak kalah semangat membersihkan sampah di pantai

Semua sampah disapu bersih. Rianti dengan gesit mengambil sampah, terutama plastik-plastik bekas pembungkus sabun, pembungkus makanan instan hingga botol-botol minuman.

Nugie tak mau menyerah saat menemukan karung bekas yang sudah tertimbun pasir di dasar pantai. Penyanyi kelahiran Jakarta itu dengan gigih menggali dan menariknya. Setelah berhasil, ia menarik nafas lega dan memamerkannya, sebelum membuangnya ke tempat sampah.

Kegigihan juga ditunjukkan pasukan Green Smile. Mereka menyisir pinggir pantai Pulau Pramuka, mencari sampah-sampah yang berserakan dan membuangnya ke tempat sampah.

Dengan terjun langsung membersihkan sampah di pinggir pantai, Rianti melihat sendiri bahwa sampah yang dibuang masyarakat di darat akhirnya berdampak juga kepada kehidupan laut dan sekitarnya. Sampah-sampah yang ada di Pulau Pramuka dan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu sebagian diantaranya merupakan sampah dari darat yang terbawa aliran air sungai menuju ke laut.

Acara ini bisa meningkatkan kesadaran tentang bahaya sampah bagi lingkungan kita dan berguna bagi penduduk di Kepulauan Seribu. Jadi aku sangat senang dan bangga bisa berpartisipasi, biarpun kontribusi aku cuma sedikit,” katanya usai acara.

“Aku belajar banyak juga dan melihat langsung dampaknya seperti apa, aku memegang langsung sampahnya gimana, nggak enak dilihat, aku jadi prihatin untuk masyarakat di Kepulauan Seribu. (Sampah-sampah ini) berpengaruh bagi ekosistem juga. Terumbu karang yang indah sekarang rusak, lautnya butek dan buram, sayang sekali,” ia menambahkan.


Rianti belajar banyak dengan terjun langsung bersihkan sampah di pantai

Hal yang sama juga dirasakan Nugie. Penyanyi yang sering mengangkat tema alam dalam lagu ciptaannya itu berharap agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing.

“Sampahnya mirip-mirip dengan apa yang ada di darat. Yang menyedihkan, sampah-sampah ini bisa sampai di laut. Yang dominan itu sampah plastik dari makanan instan. Secara tidak langsung, kehidupan modern mendorong hal ini, mulai dari bungkus makanan, botol, dan lainnya. Ini adalah hasil kegiatan kita sehari-hari.”

“Orang-orang makin malas membawa barang sendiri seperti botol minum yang bisa digunakan berkali-kali, makanan dari rumah. Mereka lebih suka membeli di jalan dan kemasannya menumpuk menjadi sampah. Padahal apa yang nggak praktis itu sebenarnya bagus untuk alam. Kita harus bisa hidup berdampingan dengan alam. Semoga kegiatan seperti ini nggak sekedar seremonial,” kata pria yang sekarang menjadi drummer The Dance Company itu.


Nugie: Manusia harus bisa berdampingan dengan alam

Oh iya, di saat para sukarelawan berjibaku mengambil sampah di pinggir pantai, sebanyak 100 orang sukarelawan lainnya, yakni para penyelam profesional juga beraksi. Mereka mengambil sampah di dasar laut. Untuk yang satu ini memang hanya bisa dilakukan para penyelam profesional.

 
Menyelam secara berkelompok untuk berbagi tugas

Tahu nggak Sobat Green, total sampah yang diangkut dalam acara kemarin beratnya mencapai 1.995,35kg atau hampir dua ton! Padahal pembersihan cuma dilakukan dalam waktu sehari. Banyak banget kan?

Sampah-sampah ini kemudian dipilah-pilah berdasarkan jenisnya dan dibuang ke tempat yang semestinya. Ada yang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah, ada juga yang ke tempat daur ulang.

Setelah acara, Sobat Green yang berpartisipasi mendapatkan sertifikat keikutsertaan dan bernyanyi bersama Nugie. Temanya apalagi kalau bukan soal lingkungan. Nugie membawakan salah satu lagunya berjudul ‘Mulai Dari Sekarang’. Lagu ini mengajak orang-orang untuk segera memulai gaya hidup sehat. Seperti membuang sampah di tempatnya, mengurangi penggunaan plastik dan menghijaukan lingkungan.

 
Semua yang berpartisipasi mendapatkan sertifikat keikutsertaan

Sebelumnya, dalam acara sambutan, pembina Green Smile Dadang Irawan berharap apa yang dilakukan Sobat Green di Pulau Pramuka diteruskan juga oleh penduduk setempat.

“Pertemuan kita bukan sekedar kebetulan, tapi takdir. Untuk bersama-sama membersihkan Kepulauan Seribu dari sampah-sampah. Kita juga mengingatkan agar masyarakat yang ada di darat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena dampaknya besar sekali,” katanya.

Sementara itu, Henry Christiadi dari FAST mengapresiasi semangat Sobat Green semua dalam aksi besar Spirit of Thalasssa ini.

Sebelumnya, Green Smile juga membuat sejumlah kegiatan seperti pembuatan video dokumenter pendek soal sampah di Jakarta berjudul ‘Laut Jakarta (Bukan) Tempat Sampah!’, aksi long march di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta, rilis video lagi, kali ini petunjuk mengambil sampah dari dasar laut yang benar, hingga puncaknya di Pulau Pramuka.

Green Smile juga bergerak di media sosial lewat Twitter. Dengan akun @GreenSmileID, kita bergerak lewat #SAMPAHNYOLOT.

“Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses. Semangat anak-anak muda untuk lingkungan ini kita percaya akan memberikan dampak nyata yang positif untuk lingkungan kita,” ujarnya.

 
Menyanyi bareng Nugie setelah puas bersihkan sampah

Tak lupa juga Green Smile berterimakasih kepad Badan SAR Nasional (BASARNAS) RI, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) serta Badan Koordinasi Kemananan Laut (Bakorkamla) RI yang membantu aksi ini. Mulai dari menyediakan dermaga, kapal dan keamanan.

 

 

Acara ini didukung oleh:



green action
April 19, 2014
Sambut Trashtory, Aksi Dahsyat Terbaru Green Smile!
Sobat Green yang sudah kangen dengan aksi-aksi Green Smile harap bersiap-siap ya! Sebentar lagi, Green Smile bakal mengadakan Trashtory. Acara keren yang bakal membuka mata masyarakat cara menangani sampah yang benar dan asyik!
continue reading »
March 8, 2014
Green Smile dan Udjo Project Pop Bikin Video Lingkungan
Kali ini, Green Smile membuat sebuah video sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat di sekitar daerah aliran sungai, khususnya Sungai Ciliwung di wilayah Jakarta, akan pentingnya mengelola sampah mereka.
continue reading »
February 23, 2014
Serunya Aksi Green Smile di Bali Beach Clean Up!
Waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WITA, tetapi sekitar 100 orang sudah bersemangat berkumpul di Pantai Legian, Kuta, Bali. Mereka adalah para pecinta lingkungan yang akan meramaikan Bali Beach Clean Up.
continue reading »
February 20, 2014
Jaring Apung, Strategi Kopassus Perangi Sampah Ciliwung
Kopassus tak hanya piawai menyusun strategi bertempur. Pasukan elit TNI AD itu ternyata piawai juga menyusun strategi memberantas sampah di sungai.
continue reading »